This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Minggu, 29 April 2018

Perguruan Tinggi di Pesantren; Antara Kesalehan Tradisi dan Progresivitas Institusi

Pondok Pesantren atau biasa disebut dengan Pesantren merupakan lembaga pendidikan tradisional serta sosial keagamaan Islam dengan tafaqquh fiddin sebagai fungsi utamanya.

Pesantren diyakini sebagai produk indigenous budaya lokal Nusantara (mengingat lembaga ini telah ada sejak proses islamisasi yang dilakukan oleh Walisongo di Nusantara) dengan muatan ilmu-ilmu agama, akhlak, hukum dan sosial kemasyarakatan.

Seiring berjalannya waktu, bentuk-bentuk Pesantren kemudian terbagi ke dalam dua tipologi besar yang berbeda, Salafi (tradisional) dan Khalafi (modern). Salafi dicirikan secara sederhana dengan tata kelola, sistem, materi dan metode pengajaran hingga orientasi yang dominan mempertahankan nilai-nilai tradisionalnya. Pesantren Lirboyo, Pesantren Sarang Rembang, Pesantren Maslakul Huda Pati dan Pesantren Tremas Pacitan adalah contoh pesantren yang masih mempertahankan nilai-nilai tradisionalisme-nya. Sedangkan khalafi, selain secara tata kelola, sistem, materi dan metode pengajaran yang telah menggunakan pendekatan modern, juga dapat dicirikan sebagai pesantren yang telah memasukkan pelajaran umum (bahkan vokasional) atau spesifikasi keahlian tertentu, Pesantren Darussalam Gontor, Pesantren Al Amin Prenduan dan Pesantren Tebuireng adalah beberapa tipikal pesantren khalaf.

Sedangkan pengertian tafaqquh fiddin sendiri lumrah dipahami secara terbatas dan sempit hanya tersekat pada ‘ulumuddin atau ilmu-ilmu agama yang berorientasikan ukhrawi saja. Padahal pemahaman addin secara utuh dapat dipahami sebagai wadh’un ilahiyyun sa’iqun li dzawuu ‘uquli as salimah ila ma huwa khoirun lahum fi dunyahum wa akhiratihim (ketentuan-ketentuan Ilahi yang mendorong siapapun yang berakal sehat, untuk berbuat sesuatu yang baik bagi mereka di dunia dan di akhirat). Dengan demikian dapat disimpulkan tidak ada klasifikasi dan pembagian dikotomis dalam ‘ulumuddin. Ia mencakup duniawi dan ukhrawi secara bersamaan dan tidak saling terisolir antara satu dengan yang lain karena addin mendorong untuk melakukan kebaikan bagi siapapun dengan tidak memisahkan duniawi dan ukhrawi.

Sebagaimana umum diketahui, Pesantren telah dihadapkan pada banyak perubahan-penyempurnaan sebagai bentuk survivalitas dan fleksibilitasnya dalam menyesuaikan dunia pendidikan pada umumnya, tidak terkecuali pada era modernisasi yang menuntunnya pada transformasi institusi pesantren, salah satunya dengan menyelenggarakan pendidikan tingkat tinggi dengan pendekatan formal-modern. Ada dua jenis lembaga pendidikan tingkat tinggi yang ada di Pesantren dengan distinksinya masing-masing, yakni Ma’had ‘Aly dan Perguruan Tinggi (Sekolah Tinggi, Institut dan Universitas). Secara umum Ma’had ‘Aly mewakili (meskipun tidak semuanya dan berlaku secara umum) metode pendidikan pesantren salaf jika dilihat dari aspek tradisionalitasnya yang didasarkan pada kajian-kajian kitab klasik, hanya terfokus pada satu bidang keilmuan tertentu (fiqh, tafsir, hadits, tasawwuf) dengan literatur-literatur kitab kuning klasik serta metode yang dipakai dalam pengajaran seperti halaqah atau sorogan.

Lahirnya Perguruan Tinggi (Sekolah Tinggi, Institut dan Universitas) sebagai jenjang lanjutan dari pesantren berangkat dari ghirah untuk menguatkan institusi pesantren. Bedanya, jika Ma’had ‘Aly cenderung konservatif mempertahankan sisi tradisional dan kearifan pesantren (bahkan mungkin silsilah guru dan isnadiyah ‘ilmiyyah masih dapat ditemukan di Ma’had ‘Aly), Perguruan Tinggi adalah representasi sikap akomodatif pesantren terhadap modernisme dan hal-hal yang sama sekali baru tanpa harus meninggalkan spirit dan nilai fundamental pesantren. Universitas Darussalam (UNIDA) Gontor, Universitas Nurul Jadid (UNUJA) Paiton Probolinggo, Institut Pesantren Sunan Drajad (INSUD) Paciran Lamongan, Institut Pesantren Mathali’ul Falah (IPMAFA) Kajen Pati sampai Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Khozinatul Ulum Blora adalah sebagian Perguruan Tinggi berbasis pesantren. Beberapa pesantren Jawa Timur malah memiliki Ma’had ‘Aly dan Perguruan Tinggi sekaligus, diantaranya ada Pesantren Tebuireng (Universitas Hasyim Asy’ari dan Ma’had ‘Aly Hasyim Asy’ari), Pesantren Salafiyah Syafi’iyyah Sukorejo Situbondo (Universitas Ibrahimy dan Ma’had ‘Aly Salafiyah Syafi’iyyah) dan Pesantren Al Fithrah Kedinding Lor Surabaya (Sekolah Tinggi Agama Islam Al Fithrah dan Ma’had ‘Aly Al Fithrah).

Sebagai lembaga pendidikan tingkat tinggi yang ada di pesantren, baik Ma’had ‘Aly maupun Perguruan Tinggi adalah pertemuan dua simpul, antara modernitas, metode-metode ilmiyah, riset dan intelektualisme ala Perguruan Tinggi dengan falsafah religiusitas, kesederhanaan dan nilai-nilai akhlaqul karimah pesantren. Perguruan Tinggi Pesantren adalah aktualisasi prinsip al muhafadzatu ‘alal qadimish shalih, wal akhdzu bil jadidil ashlah (konservatif terhadap tradisi lama yang masih relevan serta akomodatif terhadap hal-hal baru yang lebih progresif), keberadaan Perguruan Tinggi akan mengembangkan metodologi pesantren yang semula shalih menjadi ashlah sesuai dengan perkembangan dunia pendidikan dan kebutuhan masyarakat.

Akan tetapi jika dilihat lebih jauh dengan sudut pandang kritis, hal yang paling umum didapati dalam Perguruan Tinggi Pesantren adalah pilihan jurusan, kajian dan literaturnya masih banyak didominasi oleh empat fakultas “mainstream”, Tarbiyah Dakwah Syari’ah dan Ushuluddin. Meskipun tidak berlaku secara umum dan bukan penyebab utama, ini yang (ditengarai) menjadikan dinamika intelektual Perguruan Tinggi Pesantren kurang kuat dan variatif meskipun telah ada muatan mata kuliah logika, filsafat, ekonomi dan sosiologi. Lebih dari itu, jika melihat mayoritas pesantren secara geografis terletak di penjuru daerah dengan tipologi mahasantrinya (atau dalam idiom lain disebut mahasiswa santri) cenderung homogen dan seragam jika dibandingkan dengan Perguruan Tinggi Umum maupun Agama Islam lain, khususnya yang berada di tengah-tengah kota besar.

Ini menjadi tantangan Perguruan Tinggi Pesantren, (selain meningkatkan-menyempurnakan aspek tata kelola akademik, administrasi dan sarana-prasarana serta ketenagakerjaan) sehingga pada waktunya, output Perguruan Tinggi Pesantren adalah representasi ideal insan shalih dan akram. Shalih berarti manusia yang berhak mewarisi (mengelola dan mengatur) bumi (QS. Al Anbiyaa’ : 105), dan akram dimaknai sebagai manusia yang paling bertaqwa di sisi Allah SWT. (QS. Al Hujuraat : 13).

Minggu, 09 Juli 2017


Yuk Berbagi!!
Waroeng Qur'an Grobogan mengajak saudara(i) untuk berbagi santunan dengan anak yatim yang akan dilaksanakan di panti asuhan Darul Hadlonah,Wirosari,Grobogan pada hari Jum'at, 14 Juli 2017

"Karena berbagi tak akan pernah rugi!"

MENCOBA LEBIH MELIHAT SPIRIT POSITIF


By : Ilham Bayhaqi

Menurutku itulah jalan keluar dari perpecahan yang banyak terjadi di era ini. Yang harus lebih dipahami, saat ini kita sedang di adu domba agar bangsa kita menjadi pecah. Paham satu dibenturkan dengan paham yang lain agar terjadi sebuah perang pemikiran yang besar, padahal semuanya sepele kalau kita bisa lebih saling menghargai. Buktinya kita bisa menghargai mereka yang beragama lain, namun kenapa kita tidak bisa menghargai mereka yang berfaham lain.

Kita menganggap mereka yang tidak sesuai dengan kita telah melakukan kesalahan, padahal kalau kita mau mengkaji lebih dalam, mereka telah melakukan suatu kebenaran yang kita belum bisa lakukan, akhirnya karena gengsi yang tinggi, dengan mudahnya kita menyalahkan mereka.

Sebuah jalan keluar yang coba saya tawarkan adalah kita harus LEBIH MELIHAT SPIRIT POSITIF dari setiap faham yang saat ini berkembang di tengah masyarakat, dan saya meyakini mereka punya spirit yang bagus.

Seperti NU dengan spirit menjaga tradisi yang ditinggalkan wali songo, HTI dengan spirit penerapan syariah dalam kehidupan, Jamaah Tablig dengan spirit amar ma'rufnya, FPI dengan spirit nahi mungkarnya, Muhammadiyah dengan spirit memajukan ilmu pengetahuannya maupun Syiah dengan spirit kecintaan pada ahlu bayt.

Kita harus lebih melihat pada spirit karena masing-masing kelompok memiliki ijtihadnya masing-masing, dan disanalah kita berlomba-lomba untuk mencari Ridlo Allah, bukan malah berlomba-lomba untuk saling membenarkan kelompoknya.

Kunci untuk menghindari perpecahan karena perbedaan faham adalah : "Hindari sikap FANATIK"

Karena sikap fanatik biasanya dianut oleh orang-orang yang kurang realistis terhadap dunia luar yang cenderung menutup mata dan telinga rapat-rapat terhadap opini, ide maupun apa pun yang bertentangan dengan keyakinan mereka. Mereka menganggap diri merekalah yang paling benar, orang lain semuanya salah.

Perpecahan sendiri merupakan sebuah kepastian yang sudah diwasiatkan oleh Rasulullah dalam haditsnya, "Umatku akan terpecah belah menjadi 73 golongan".

Karena sudah menjadi sebuah kepastian, bukankah lebih baik kita berusaha menyerap SPIRIT POSITIF dari setiap kelompok tersebut, bukan malah menyibukkan diri dengan saling menyalahkan.

Minggu, 25 Juni 2017

Keluarga Besar Halaqah BEM Pesantren Se - Indonesia Mengucapkan : Selamat Hari Raya Idul Fitri 1438 H

Segenap Keluarga Besar Halaqah BEM Pesantren Se - Indonesia Mengucapkan : Selamat Hari Raya Idul Fitri 1438 H

تقبل الله منا ومنكم, صيامنا وصيامكم وجعلنا الله من العائدين والفائزين
Semoga Allah menerima semua amal ibadah kita di bulan ramadhan, serta menjadikan kita termasuk orangcorang yang bersih hati dan kembali ke fitri.. 
Mari saling memupuk ukhuwwah islamiyyah, ukhuwwah wathaniyyah dan ukhuwwah basyariyyah, untuk keutuhan NKRI, memberikan tauladan islam yang ramah serta senantiasa menjadi insan yang shalih dan akram.. 

Minggu, 18 Juni 2017

BEM Pesantren TOLAK Kebijakan FDS

Wacana mengenai FDS (Full Day School) yang diusung oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy, disebut tetap akan dijalankan mulai bulan Juli depan meskipun menuai banyak kontra dari berbagai kalangan.
Terkait hal tersebut Halaqah Bem Pesantren lewat badan pengurus harian menyatakan tidak setuju atas kebijakan pemerintah dengan pernyataan sebagai berikut :
"Kebijakan FDS tentu tidak relevan jika diterapkan pada sistem pendidikan di Indonesia karena mengancam eksistensi Madin dan TPQ yang ada di berbagai daerah di Indonesia."
Hal ini sependapat dengan tanggapan dari PBNU (Pengurus Besar Nahdlatul Ulama), yang menyatakan bahwa jam sekolah dari pagi hingga sore tidak sesuai dengan kultur budaya muslim Indonesia, karena memang waktu sore hari itulah anak-anak muslim usia sekolah mendapatkan bimbingan etika dan moralitas yang matang.
Pun jika dilihat dari berbagai sisi, FDS (Full Day School) meski menguntungkan bagi siswa yang banyak memiliki waktu senggang tak produktif (cenderung negatif) ketika pulang sekolah,di sisi lain kebijakan seperti ini dinilai mengebiri pendidikan berbasis madrasah yang telah berkontribusi besar bagi penguatan nilai-nilai agama hingga pembentukan karakter siswa.
Sebelum melangkah lebih jauh harusnya Mendikbud juga sudah mempertimbangkan berbagai alasan yang menjadikan tidak relevannya kebijakan ini, seperti :
1. Prasarana dan sarana yang tidak sama antardaerah
Penerapan kebijakan ini tidak bisa disama ratakan jika tidak ada sarana dan prasarana yang memadahi, karena dikhawatirkan anak didik hanya akan menjadi bosan dikelas.
2. Perbedaan latar belakang ekonomi
Untuk daerah pelosok penerapan kebijakan dinilai belum layak, terutama dilihat dari kacamata ekonomi. Pasalnya, tidak sedikit masyarakat di daerah bermata pencarian nelayan dan petani yang membutuhkan bantuan anaknya dalam mencari nafkah.
"Untuk itu, saya berharap agar kebijakan ini dikaji ulang dan ditinjau kembali manfaat dan madlaratnya." Tegas Ahmad Nurrudin, selaku Rais Aam.

Sabtu, 08 Oktober 2016

I.     Kata Pengantar
Puja dan puji syukur kita ucapkan kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat serta karunia-Nya kepada kita semua, sehingga kita masih bisa merasaan nikmatnya  mata untuk melihat, telinga untuk mendengar lantunan ayat suci Al-Qur’an, hidung untuk mencium aroma, lidah untuk mengecap nikmatnya makanan, dan kulit untuk merasakan hangatnya sinar mentari, serta kepala untuk berfikir dan mempelajari sesuatu. Semoga segala aktifitas kehidupan dunia  kita dalam mencapai ridha-Nya dapat terlaksana sesuai dengan apa yang kita cita – citakan.
Shalawat serta salam senantiasa tercurahkan kepada junjungan kita nabi Muhammad SAW yang telah membimbing kita kepada jalan yang akan membawa siapa saja yang mengikutinya menuju kebaikan serta kenimtan haqiqi yaitu shirat-l-mustaqim.
Secara umum, lembaga pendidikan islam muncul bersamaan dengan tersebarnya islam, termasuk di Indonesia, hal itu terjadi dikarenaan islam mendorong para pemeluknya untuk memahami dan mendalami ajaranya agar dapat melaksanakanya dengan benar dan bermanfaat bagi dirinya dan sekitarnya. Dari sinilah muncul pendidikan  islam, namun sarana yang digunakan senantiasa berubah dari waktu ke waktu.
Pendidikan berperan sangat penting dalam gerakan kebangkitan umat islam. Hal inilah yang menjadi dasar pembaharuan, berbagai pemikiran cendekiawan muslim yang berpendapat bahwasnya kebangkitan umat muslim harus dimulai dari segi pendidikan, menurut mereka, gerakan pembaharuan harus disertai dengan upaya mendidik umat islam untuk mengeluarkan mereka dari ketinggalan. Kebangkitan dan pembaharuan yang tidak disertai upaya mendidik umat hanya akan dirasakan sesaat. dan akan kembali terpuruk, serta tak mampu memertahankan kekuatannya.
Maka daripada itu Pesantren yang merupakan salah satu wadah pendidikan islam terus berupaya dalam meningkatkan segala aspek pendidikan, hal ini didukung dengan adanya berbagai fasilitas baik berbentuk fisik ataupun dalam bentuk ilmu pengetahuan. Kita sadar, bahwa ajaran islam membutuhkan pemahaman-pemahaman baru agar mampu menghadapi gelombang perubahan zaman. Jika dalam mendidik hanya mengandalkan seorang pendidik yang menyampaikan materi dalam kelas sangatlah kurang jika dibandingkan dengan situasi yang sekarang ini.
Dalam mencapai tujuan pendidikan, Universitas yang bernuasa Pesantren menyediakan berbagai aktivitas bagi para peserta didiknya dalam menunjang kemampuan Mahasiswa/i maka diselanggarakanlah salah satu acara yang bergengsi antara kalangan mahasiswa, yaitu MAHASISWA PESANTREN BERKARYA, dimana di dalamnya telah dipilih perlombaan-perlombaan  menarik dan ilmiah.
Dalam hal ini kami selaku penyelenggara dari pengurus Halaqoh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Pesantren memberikan keluasan kepada peserta dalam bersaing di MAHASISWA PESANTREN BERKARYA Sehingga dapat diharapkan dari mereka menjadi manusia yang berkualitas dengan potensi tinggi serta minat bakat masing-masing. Dengan berpedoman prinsip-prinsip dasar metode pendidikan keislaman yang sesuai dengan pengembanagan metal dan fisiknya.    
Maka dari itu kami selaku panitia, meminta dukungan baik berupa partisipasi atau lainya dari semua pihak demi menyukseskan acara BEM PESNTREN BERKARYA.

II.      LATAR BELAKANG
Mahasiswa merupakan sebuah kelompok masyarakat yang amat diharapkan kontribusi serta peran aktifnya dalam menyelesaikan berbagai macam problematika bangsa sekeluarnya dari perguruan tinggi khususnya yang berada di Pesantren. Oleh karenanya, pembetukan karakter mahasiswa yang kreatif dan peduli amatlah penting untuk mewujudkan hal itu. Pembentukan budaya persaingan yang ketat namun sportif  lewat instrumen kompetisi adalah salah satu cara terbaik untuk membentuk karakter mahasiswa tersebut.
Universitas Pesantren Se-Indonesia yang merupakan perguruan tinggi berkualitas memiliki kepedulian yang besar terhadap para mahasiswanya tidak hanya dalam aspek akademis tetapi juga dalam aspek lainnya yang berguna meningkatkan kemampuan mahasiswanya. Hal itu dikarenakan segala aspek lain tersebut dipandang sebagai sarana penunjang kegiatan akademis dan ajang silaturrahmi kita dalam Halaqoh BEM Pesantren Se-Indonesia. Maka dari itu, diselenggarakanlah MAHASISWA PESANTREN BERKARYA  dimana potensi seluruh mahasiswa digali dengan optimal.

III.    TUJUAN.
1.      Meningkatkan minat mahasiswa dalam segala bidang.
2.      Menjadi ajang silaturrahmi antar mahasiswa dalam Halaqoh BEM Pesantren Se-Indonesia.
3.      Memberikan suatu wadah untuk mahasiswa agar lebih berkreasi dan berinovasi.
4.      Memberikan alternatif yang positif bagi generasi muda untuk aktualisasi diri.

IV.    NAMA DAN TEMA KEGIATAN.
1.      Nama
Kegiatan ini diberi nama:  MAHASISWA PESANTREN BERKARYA
2.      Tema Kegiatan
Kegiatan MAHASISWA PESANTREN BERKARYA mengambil tema: “Dengan Nilai-Nilai Islam dan Pesantren Sebagai Ujung Tombak Peradaban Mewujudkan Moral Bangsa”



V.       BENTUK KEGIATAN.
Adapun Kegiatan yang akan diadakan dalam acara ini adalah sebagai berikut:
1.      Lomba Karya Tulis
a.       Karya Tulis Ilmiah
b.      Resensi
c.       Opini
d.      Cerpen
2.      Lomba Fotografi Bernuansa Pesantren
3.      Lomba Cipta Mars Halaqoh BEM Pesantren

VI.    WAKTU DAN TEMPAT.
MAHASISWA PESANTREN BERKARYA ini akan dilaksanakan pada:
Hari          : Senin Sabtu
Tanggal    : 10 Oktober - 5 November 2016 M / 9 Muharram – 4 Shafar 1438 H
Tempat     : Kampus Masing-Masing

VII. PESERTA.
Kegiatan ini diikuti oleh seluruh mahasiswa BEM Pesantren Se-Indonesia.

KETENTUAN UMUM LOMBA DALAM FESTIVAL UNIDA
1.      Mahasiswa yang mengikuti perlombaan merupakan mahasiswa Pesantren.
2.      Setiap peserta wajib mengisi formulir yang disediakan panitia.
3.      Pengumpulan terakhir formulir yang sudah disertai foto maxsimal ketika peserta mengumpul karyanya, pada tanggal 5 November 2016.
4.      Setiap Mahasiswa boleh mengirimkan karyanya lebih dari satu.
5.      Semua karya peserta mutlak menjadi milik panitia kegiatan.
6.      Pengumuman dan penyerahan hadiah pemenang dilaksanakan pada acara Silaturrahmi Nasional Halaqoh BEM Pesantern Se-Indonesia:
Hari                 : Sabtu
Tanggal            : 12 November 2016
Tempat : STIU Alhikmah Bogor        



KETENTUAN KHUSUS PELOMBAAN
1.      Karya Tulis
a.    Lomba Karya Tulis Ilmiah (LKTI)       
Ketentuan Lomba Karya Tulis Ilmiah :
1)      Peserta dalam perlombaan ini adalah personal atau individual (bukan team)
2)      Karya tulis ilmiah merupakan karya orisinal individu
3)      Peserta bebas memilih tema tetapi tetap dalam nuansa Pesantren.
4)      Karya Tulis Ilmiah dapat dikumpulkan dengan  dikirim dalam bentuk softcopy pdf ke email halaqahbempesantren@gmail.com
5)      Batas terakhir pengumpulan Karya tulis ilmiah pada hari Sabtu, 5 November 2016
6)      Dari semua makalah yang terkumpul akan dipilih 3 karya tulis ilmiah terbaik sebagai pemenang lomba. 
Format Penulisan :
1)      Menggunakan bahasa Indonesia dengan ejaan yang disempurnakan
2)      Urutan Penulisan Karya tulis ilmiah meliputi, Pendahuluan, Isi, Kesimpulan, Penutup, dan Referensi, ditambah dengan biodata penulis dilembar terakhir karya tulis ilmiah (Nama, Alamat, TTL, Kampus Asal, Fakultas/Program studi, Semester, Nomor Handphone).
3)      Naskah karya tulis ilmiah ditulis dengan format kertas A4,  Spasi 1,5, font Times New Roman ukuran 12, margin kiri 4 cm, margin kanan 3 Cm, margin atas 3 cm, margin bawah 3 cm, menggunakan footnote, minimal 10-15 halaman.
4)      Karya ilmiah harus ditulis sesuai format penulisan yang tertera. Jikalau tidak, akan berpengaruh pada nilai.
Format Penilaian karya tulis ilmiah :
1)      Format penulisan                                 : 25%
2)      Latar Belakang pengambilan judul     : 25%
3)      Isi                                                        : 25%
4)      Kesimpulan                                         : 25%

b.    Resensi
Ketentuan Lomba Resensi :
1)      Resensi merupakan karya original individu
2)      Pilihan buku yang dapat di resensi :
a)      KEMI I, karya : Adian Husaini
b)      KEMI II, karya : Adian Husaini
c)      KEMI III, karya : Adian Husaini
3)      Resensi dapat dikumpulkan dengan dikirim dalam bentuk softcopy pdf ke email halaqahbempesantren@gmail.com
4)      3 dari karya peserta akan diambil sebagai pemenang lomba
Format Penulisan :
1)      Menggunakan bahasa Indonesia dengan ejaan yang disempurnakan.
2)      Naskah lomba resensi ditulis sebanyak minimal 4-6 halaman
3)      Naskah resensi ditulis dengan format kertas A4,  Spasi 1,5, font Times New Roman ukuran 12, margin kiri 2 cm, margin kanan 2 cm, margin atas 2 cm, margin bawah 2 cm, margin justified.
4)      Urutan Penulisan Resensi meliputi, identitas buku, sinopsis, susunan penyajian, gaya bahasa, kelebihan novel, kelemahan novel, kesimpulan.  
5)      Melampirkan biodata penulis dihalaman akhir resensi Nama, Alamat, TTL, Kampus Asal, Fakultas/Program studi, Semester, Nomor Handphone).
6)      Resensi  harus ditulis sesuai format penulisan yang tertera, Jika tidak akan berpengaruh pada nilai.
Format Penilaian :
1)      Kesesuaian synopsis                : 25%
2)      Format penulisan                     : 15%
3)      Ketepatan resensi                    : 35%
4)      Bahasa resensi                         : 25%  

c.    Cerpen
Ketentuan Lomba Cerpen :
1)      Cerpen merupakan karya original individu
2)      Cerpen harus berkaitan dengan tema “Kehidupan Kampus Pesantren”
3)      Cerpen berisikan pesan baik secara langsung atau tidak.
4)      Cerpen dapat dikumpulkan dengan dikirim dalam bentuk softcopy pdf ke email halaqahbempesantren@gmail.com
5)      3 dari karya peserta akan diambil sebagai pemenang


Format Penulisan :
1)      Menggunakan bahasa Indonesia yang literer (indah, menarik, mengalir) serta komunikatif. Diperbolehkan menggunakan bahasa gaul atau bahasa daerah/asing dalam segmen dialog para tokohnya.
2)      Naskah cerpen minimal 6-8 halaman
3)      Naskah cerpen ditulis dengan format kertas A4,  Spasi 1,5, font Times New Roman ukuran 12, margin kiri 2 cm, margin kanan 2 Cm, margin atas 2 cm, margin bawah 2 cm, margin justified.
4)      Judul Cerpen ditulis dengan huruf capital dan bold
5)      Melampirkan biodata penulis dihalaman akhir cerpen (Nama, Alamat, TTL, Kampus  Asal, Fakultas/Program studi, Semester, Nomor Handphone).
6)      Cerpen harus ditulis sesuai format penulisan yang tertera. Jikalau tidak, akan berpengaruh pada nilai.
Format Penilaian :
1)      Kesesuaian dengan tema                     : 25%
2)      Format Penulisan                                 : 15%
3)      Bahasa dan alur Cerpen                      : 35%
4)      Pesan Cerpen                                       : 25%

d.   Opini
Ketentuan Lomba Opini :
1)      Opini merupakan karya original dan individu
2)      Opini harus berkaitan dengan tema “Pengaruh Pesantren untuk pemerintahan Indonesia”
3)      Opini dapat dikumpulkan dengan dikirim dalam bentuk softcopy pdf ke email halaqahbempesantren@gmail.com
4)      3 dari karya peserta akan diambil sebagai pemenang
Format Penulisan :
1)      Menggunakan bahasa Indonesia yang literer (indah, menarik, mengalir) serta komunikatif.
2)      Naskah opini minimal 2-3 halaman
3)      Naskah opini ditulis dengan format kertas A4,  Spasi 1,5, font Times New Roman ukuran 12, margin kiri 2 cm, margin kanan 2 Cm, margin atas 2 cm, margin bawah 2 cm, margin justified.
4)      Judul opini ditulis dengan huruf capital dan bold
5)      Melampirkan biodata penulis dihalaman akhir cerpen (Nama, Alamat, TTL, Kampus  Asal, Fakultas/Program studi, Semester, Nomor Handphone).
6)      Cerpen harus ditulis sesuai format penulisan yang tertera. Jikalau tidak, akan berpengaruh pada nilai.
Format Penilaian :
1)      Isi                                : 40%
2)      Kesesuain Tema          : 25%
3)      Bahasa                         : 35%

2.      Lomba Fotografi
Ketentuan Lomba Fotografi :
1)      Peserta wajib untuk mengirim minimal 2 foto setiap individu.
2)      Hasil foto merupakan hasil sendiri dengan dicantumkan tanggal pemotretannya
3)      Foto yang diambil sesuai dengan tema : “Pemandangan Kehidupan Kampus Pesantrenku
4)      Hasil foto dapat dikumpulkan dengan dikirim dalam bentuk softcopy jpg/png ke email halaqahbempesantren@gmail.com
5)      3 foto terbaik akan diambil sebagai pemenang lomba
Format Perlombaan
1)      Peserta menyantumkan tempat pengambilan foto
2)      Crop Foto dibolehkan hanya 10%
3)      Tidak diperbolehkan untuk menggabungkan (composite) dua foto atau lebih dan Menghilangkan objek foto.
Format Penilaian
1)      Kesesuaian Tema              : 25 %
2)      Originalitas foto                : 25 %
3)      Keunikan Foto                  : 25 %
4)      Pesan dari Foto                 : 25 %

3.      Lomba Cipta Mars Halaqoh BEM Pesantren Se-indonesia
Ketentuan Lomba Cipta Mars:
1)      Peserta diperbolehkan mengirim lebih dari satu karya
2)      Mars Halaqoh BEM pesantren yang diciptakan merupakan karya original dan individu atau kelompok
3)      Isi dari Mars Halaqoh BEM yang ingin diciptakan harus mengandung 3 unsur: Islam, Indonesia, dan Pesantren
4)      1 karya terbaik akan diambil sebagai pemenang dan akan dipublikasikan ketika temu Nasional Halaqoh BEM Pesantren Se-Indonesia
5)      Karya Peserta dapat dikumpulkan dengan dikirim dalam bentuk softcopy ke email halaqahbempesantren@gmail.com
Format Perlombaan
1)      Bentuk Tulisan diserahkan penuh kepada peserta selama di dalamnya tidak mengandung unsur sara
2)      Mars yang diciptakan diusahakan memiliki instrument
Format Penilaian
1)      Kesesuaian Tema              : 30 %
2)      Originalitas                        : 25 %
3)      Instrument                         : 15 %
4)      Pesan dari Foto                 : 30 %