This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Minggu, 09 Juli 2017


Yuk Berbagi!!
Waroeng Qur'an Grobogan mengajak saudara(i) untuk berbagi santunan dengan anak yatim yang akan dilaksanakan di panti asuhan Darul Hadlonah,Wirosari,Grobogan pada hari Jum'at, 14 Juli 2017

"Karena berbagi tak akan pernah rugi!"

MENCOBA LEBIH MELIHAT SPIRIT POSITIF


By : Ilham Bayhaqi

Menurutku itulah jalan keluar dari perpecahan yang banyak terjadi di era ini. Yang harus lebih dipahami, saat ini kita sedang di adu domba agar bangsa kita menjadi pecah. Paham satu dibenturkan dengan paham yang lain agar terjadi sebuah perang pemikiran yang besar, padahal semuanya sepele kalau kita bisa lebih saling menghargai. Buktinya kita bisa menghargai mereka yang beragama lain, namun kenapa kita tidak bisa menghargai mereka yang berfaham lain.

Kita menganggap mereka yang tidak sesuai dengan kita telah melakukan kesalahan, padahal kalau kita mau mengkaji lebih dalam, mereka telah melakukan suatu kebenaran yang kita belum bisa lakukan, akhirnya karena gengsi yang tinggi, dengan mudahnya kita menyalahkan mereka.

Sebuah jalan keluar yang coba saya tawarkan adalah kita harus LEBIH MELIHAT SPIRIT POSITIF dari setiap faham yang saat ini berkembang di tengah masyarakat, dan saya meyakini mereka punya spirit yang bagus.

Seperti NU dengan spirit menjaga tradisi yang ditinggalkan wali songo, HTI dengan spirit penerapan syariah dalam kehidupan, Jamaah Tablig dengan spirit amar ma'rufnya, FPI dengan spirit nahi mungkarnya, Muhammadiyah dengan spirit memajukan ilmu pengetahuannya maupun Syiah dengan spirit kecintaan pada ahlu bayt.

Kita harus lebih melihat pada spirit karena masing-masing kelompok memiliki ijtihadnya masing-masing, dan disanalah kita berlomba-lomba untuk mencari Ridlo Allah, bukan malah berlomba-lomba untuk saling membenarkan kelompoknya.

Kunci untuk menghindari perpecahan karena perbedaan faham adalah : "Hindari sikap FANATIK"

Karena sikap fanatik biasanya dianut oleh orang-orang yang kurang realistis terhadap dunia luar yang cenderung menutup mata dan telinga rapat-rapat terhadap opini, ide maupun apa pun yang bertentangan dengan keyakinan mereka. Mereka menganggap diri merekalah yang paling benar, orang lain semuanya salah.

Perpecahan sendiri merupakan sebuah kepastian yang sudah diwasiatkan oleh Rasulullah dalam haditsnya, "Umatku akan terpecah belah menjadi 73 golongan".

Karena sudah menjadi sebuah kepastian, bukankah lebih baik kita berusaha menyerap SPIRIT POSITIF dari setiap kelompok tersebut, bukan malah menyibukkan diri dengan saling menyalahkan.

Minggu, 25 Juni 2017

Keluarga Besar Halaqah BEM Pesantren Se - Indonesia Mengucapkan : Selamat Hari Raya Idul Fitri 1438 H

Segenap Keluarga Besar Halaqah BEM Pesantren Se - Indonesia Mengucapkan : Selamat Hari Raya Idul Fitri 1438 H

تقبل الله منا ومنكم, صيامنا وصيامكم وجعلنا الله من العائدين والفائزين
Semoga Allah menerima semua amal ibadah kita di bulan ramadhan, serta menjadikan kita termasuk orangcorang yang bersih hati dan kembali ke fitri.. 
Mari saling memupuk ukhuwwah islamiyyah, ukhuwwah wathaniyyah dan ukhuwwah basyariyyah, untuk keutuhan NKRI, memberikan tauladan islam yang ramah serta senantiasa menjadi insan yang shalih dan akram.. 

Minggu, 18 Juni 2017

BEM Pesantren TOLAK Kebijakan FDS

Wacana mengenai FDS (Full Day School) yang diusung oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy, disebut tetap akan dijalankan mulai bulan Juli depan meskipun menuai banyak kontra dari berbagai kalangan.
Terkait hal tersebut Halaqah Bem Pesantren lewat badan pengurus harian menyatakan tidak setuju atas kebijakan pemerintah dengan pernyataan sebagai berikut :
"Kebijakan FDS tentu tidak relevan jika diterapkan pada sistem pendidikan di Indonesia karena mengancam eksistensi Madin dan TPQ yang ada di berbagai daerah di Indonesia."
Hal ini sependapat dengan tanggapan dari PBNU (Pengurus Besar Nahdlatul Ulama), yang menyatakan bahwa jam sekolah dari pagi hingga sore tidak sesuai dengan kultur budaya muslim Indonesia, karena memang waktu sore hari itulah anak-anak muslim usia sekolah mendapatkan bimbingan etika dan moralitas yang matang.
Pun jika dilihat dari berbagai sisi, FDS (Full Day School) meski menguntungkan bagi siswa yang banyak memiliki waktu senggang tak produktif (cenderung negatif) ketika pulang sekolah,di sisi lain kebijakan seperti ini dinilai mengebiri pendidikan berbasis madrasah yang telah berkontribusi besar bagi penguatan nilai-nilai agama hingga pembentukan karakter siswa.
Sebelum melangkah lebih jauh harusnya Mendikbud juga sudah mempertimbangkan berbagai alasan yang menjadikan tidak relevannya kebijakan ini, seperti :
1. Prasarana dan sarana yang tidak sama antardaerah
Penerapan kebijakan ini tidak bisa disama ratakan jika tidak ada sarana dan prasarana yang memadahi, karena dikhawatirkan anak didik hanya akan menjadi bosan dikelas.
2. Perbedaan latar belakang ekonomi
Untuk daerah pelosok penerapan kebijakan dinilai belum layak, terutama dilihat dari kacamata ekonomi. Pasalnya, tidak sedikit masyarakat di daerah bermata pencarian nelayan dan petani yang membutuhkan bantuan anaknya dalam mencari nafkah.
"Untuk itu, saya berharap agar kebijakan ini dikaji ulang dan ditinjau kembali manfaat dan madlaratnya." Tegas Ahmad Nurrudin, selaku Rais Aam.